Pasang Iklan Gratis

Pernyataan Panas Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei,Sebut Israel Dekati Hari Terakhirnya: Menyedihkan

 Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali melontarkan pernyataan keras yang memanaskan situasi politik Timur Tengah.

Dalam pidatonya yang beredar luas, Mojtaba Khamenei menyebut Israel kini sedang mendekati “hari-hari terakhirnya” dan berada di ambang kehancuran yang disebutnya menyedihkan.

Pernyataan kontroversial itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dalam konflik kawasan yang terus memanas.

Khamenei bahkan menyebut rezim Zionis sebagai “tumor kanker” yang menurutnya semakin rapuh dan mendekati akhir dari keberadaannya.

Ucapan tersebut langsung menjadi sorotan dunia internasional karena dinilai dapat memicu eskalasi baru di Timur Tengah.

Media internasional melaporkan, pernyataan itu muncul bersamaan dengan meningkatnya serangan dan tekanan militer di kawasan, termasuk konflik yang melibatkan kelompok sekutu Iran.

Tak hanya menyerang Israel lewat retorika, Mojtaba Khamenei juga memperingatkan bahwa pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah disebut semakin melemah dari hari ke hari.

Pernyataan panas tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak dan kembali menempatkan Iran sebagai pusat perhatian dunia.

Situasi ini pun memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih besar jika ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat tanpa kendali.

Seperti diketahui, Mojtaba Khamenei menyampaikan pesan menyambut musim Ibadah Haji, yang menyatakan Israel mendekati hari-hari terakhirnya.

Menurut pesan yang dikutip dari media Iran ISNA, Selasa (26/5/2026), Mojtaba menggambarkan Israel sebagai tumor kanker berbahaya yang keberadaannya tidak akan bertahan lama.

“Rezim Zionis yang sedang goyah dan tumor kanker ganas bernama Israel pun kini mendekati tahap akhir dari keberadaan mereka yang menyedihkan,” kata Mojtaba dalam pesan tersebut.

“Sesuai dengan kata-kata tegas dan visioner dari Pemimpin kita yang mulia dan gugur sebagai syuhada sepuluh tahun yang lalu, mereka (Israel) tidak akan bertahan hingga dua puluh lima tahun setelah tanggal tersebut,” sambungnya.

Dia menegaskan Iran "membuat rezim Zionis tak berdaya di bawah serangan dahsyatnya" selama perang paksaan kedua, dan menyebutnya sebagai "tamparan keras" bagi Amerika Serikat (AS).

Mojtaba juga mengatakan “masa depan adalah milik umat Islam dan peradaban Islam baru”.

AS tidak akan lagi punya tempat berlindung di Teluk

Mojtaba Khamenei juha mengatakan kekuatan-kekuatan Teluk tidak lagi menjadi perisai bagi pangkalan militer AS dan Washington tidak akan memiliki "tempat berlindung yang aman" di kawasan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan melalui saluran Telegram-nya ketika Teheran dan Washington membahas kerangka kerja untuk mengakhiri perang mereka yang telah berlangsung selama tiga bulan.

“Waktu tidak bisa diputar kembali, dan negara-negara serta wilayah di kawasan ini tidak akan lagi berfungsi sebagai tameng bagi pangkalan-pangkalan Amerika,” ujar Mojtaba, dilansir Al Jazeera, Selasa.

“Amerika tidak akan lagi memiliki tempat berlindung yang aman bagi kejahatan atau untuk mendirikan pangkalan militer di kawasan ini,” lanjut dia.

Ini telah menjadi salah satu argumen utama Iran sepanjang perang: bahwa negara-negara regional harus mengakhiri kehadiran AS.

Mojtaba juga berbicara tentang kemenangan poros perlawanan, termasuk Lebanon, dengan mengatakan bahwa pasukan proksi Iran telah memberi pelajaran kepada Amerika dan entitas Zionis.

Khamenei menyerukan kepada negara-negara Islam dan negara-negara lain untuk berbagi kepentingan bersama yang akan membentuk tatanan baru dan masa depan kawasan serta dunia.

“Dengan ketulusan dan kemurnian, saya mengajak semua negara dan pemerintah Islam untuk menjalin persahabatan dan kerja sama demi kebaikan bersama,” katanya.

Mojtaba Khamenei mengambil alih posisi Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara AS-Israel pada akhir Februari.

0 Response to "Pernyataan Panas Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei,Sebut Israel Dekati Hari Terakhirnya: Menyedihkan"

Posting Komentar