Pasang Iklan Gratis

Celah backdoor kian nyata, perintah eksekutif Trump resmi blokir teknologi asing di sistem kelistrikan

 Pemerintahan Presiden AS Donald Trump menerbitkan perintah eksekutif yang melarang pengadaan teknologi buatan luar negeri untuk mengelola sistem kelistrikan di negara tersebut.

Keputusan ini diambil AS karena pihak-pihak asing tertentu semakin sering mengeksploitasi kerentanan dalam teknologi yang dikenal sebagai sistem tenaga listrik skala besar (Bulk Power Systems/BPS).

BPS adalah jaringan terintegrasi yang mencakup fasilitas pembangkitan dan transmisi listrik untuk menyalurkan energi listrik dalam jumlah sangat besar dari pusat pembangkit ke wilayah pemukiman, industri, atau jaringan distribusi lokal.

BPS mencakup tulang punggung (backbone) infrastruktur ketenagalistrikan nasional atau regional.

"Perangkat pada infrastruktur vital berisiko disusupi backdoor digital, yang bisa dipakai pemerintah asing untuk kendali jarak jauh atau mengacaukan rantai pasokan," demikian tertulis dalam perintah eksekutif tersebut.

Trump mengatakan selama masa jabatan pertama sebagai Presiden AS, ia mendapati BPS dapat menjadi target bagi pihak-pihak yang ingin melakukan tindakan jahat terhadap Amerika. "Kita harus sadar akan besarnya bahaya dari serangan yang berhasil menembus ekonomi, kesehatan dan keselamatan publik, serta keamanan nasional kita," ujar Trump.

Perintah eksekutif ini dikeluarkan AS menyusul serangkaian serangan siber yang cukup mengkhawatirkan terhadap infrastruktur vital. Layanan utilitas air di 12 negara bagian mengalami serangan siber bulan lalu. Kemudian badan pertahanan siber federal mengamati aktivitas berbahaya yang menargetkan lebih dari 100 sistem yang terhubung ke internet di sektor air dan air limbah. Di Inggris, hacker dilaporkan sempat melumpuhkan sebuah pembangkit listrik kecil selama empat hari. Badan Keamanan Nasional (NSA) dan FBI baru-baru ini menerbitkan peringatan mengenai "ancaman aktif" berbasis AI yang menargetkan merek teknologi operasional tertentu yang digunakan oleh industri energi, air, dan pertanian. Meskipun tidak ada negara yang secara resmi disalahkan atas insiden-insiden tersebut, sejumlah ahli menuding hacker asal Iran sebagai pelakunya.

Selain Iran, pejabat AS sebelumnya juga pernah mengaitkan serangan siber di masa lalu terhadap infrastruktur vital yang dilakukan hacker Rusia dan Tiongkok. Pada Rabu 26 Agustus 2026, FBI berhasil melumpuhkan botnet milik Tiongkok yang digunakan untuk membobol sistem Federal Reserve, NASA, dan berbagai badan federal lainnya yang mengelola infrastruktur vital. (*) Waktu& Kalender


0 Response to "Celah backdoor kian nyata, perintah eksekutif Trump resmi blokir teknologi asing di sistem kelistrikan"

Posting Komentar