Pasang Iklan Gratis

Tu-95MS Rusia terbang membawa rudal Kh-101 di dekat Norwegia dan dipantau F-35

 Pesawat pengebom strategis Rusia menjalankan misi sekitar lima jam di atas Laut Barents dan Laut Norwegia dengan rudal jelajah Kh-101 terlihat di bawah sayap; jet tempur Su-33 memberikan pengawalan dan F-35 Norwegia dikerahkan untuk memantau penerbangan tersebut.

Pesawat pengebom strategis Rusia Tu-95MS melakukan penerbangan sekitar lima jam di atas Laut Barents dan Laut Norwegia dalam sebuah misi yang menarik perhatian karena adanya rudal jelajah Kh-101 yang dipasang secara eksternal pada pesawat.

Rekaman operasi tersebut dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia dan dipublikasikan kembali oleh kantor berita pemerintah TASS. Menurut Moskow, pesawat-pesawat pengebom tersebut tetap berada di atas perairan internasional sepanjang misi dan dikawal oleh jet tempur Su-33 dari Penerbangan Angkatan Laut Rusia.

Pada beberapa bagian rute, pesawat dari negara asing juga mendekati Tu-95MS. Kementerian Pertahanan Rusia tidak menyebutkan negara mana saja yang terlibat dalam pemantauan tersebut.

Namun, di Norwegia, The Barents Observer melaporkan bahwa dua F-35A milik Angkatan Udara Kerajaan Norwegia lepas landas dari Pangkalan Udara Evenes untuk mengidentifikasi dan memantau pesawat pengebom Rusia ketika melintas di lepas pantai utara negara itu.

Keberadaan rudal Kh-101 menarik perhatian

Aspek paling menonjol dari misi tersebut adalah keberadaan Kh-101 di bawah sayap pesawat pengebom. Meskipun penerbangan penerbangan strategis Rusia di atas perairan internasional Arktik dan Atlantik Utara relatif sering terjadi, keberadaan persenjataan jarak jauh yang terlihat secara terbuka membuat operasi ini lebih signifikan dari sudut pandang militer.

Gambar yang dirilis Moskow memperlihatkan rudal yang dipasang pada cantelan eksternal Tu-95MS. Namun, materi yang tersedia untuk publik tidak memungkinkan penentuan secara independen apakah rudal tersebut berada dalam konfigurasi operasional penuh atau merupakan persenjataan yang digunakan khusus untuk latihan.

Kh-101 adalah rudal jelajah yang diluncurkan dari udara dan dikembangkan untuk menyerang sasaran darat dari jarak jauh. Perkiraan Barat menempatkan jangkauannya pada kisaran 2.500 hingga 2.800 kilometer, meskipun sejumlah sumber Rusia pernah menyebutkan jangkauan yang lebih jauh.

Setelah dilepaskan dari pesawat, rudal menggunakan sistem navigasi inersial dan satelit, serta kemampuan koreksi lintasan, untuk terbang secara otonom menuju wilayah sasaran. Desainnya mengutamakan penerbangan pada ketinggian rendah sehingga lebih sulit dideteksi radar.

Kh-101 menggunakan hulu ledak konvensional. Varian terkaitnya, yang dikenal sebagai Kh-102, dikembangkan untuk membawa kategori hulu ledak yang berbeda.

Tu-95 tetap menjadi bagian penting dari penerbangan strategis Rusia

Dikenal dengan nama pelaporan NATO Bear-H, Tu-95MS merupakan salah satu platform utama peluncuran rudal jelajah jarak jauh milik Angkatan Dirgantara Rusia.

Meskipun berasal dari desain yang dikembangkan pada era Soviet, pesawat tersebut telah menjalani serangkaian modernisasi dan masih memainkan peran penting dalam penerbangan strategis Moskow.

Versi Tu-95MS yang dimodernisasi telah menerima cantelan eksternal yang mampu membawa rudal keluarga Kh-101/Kh-102. Ruang senjata internal pesawat memiliki peluncur putar yang secara tradisional digunakan untuk persenjataan yang lebih kecil dari keluarga Kh-55.

Perbedaan ini penting karena Kh-101 berukuran jauh lebih besar dibandingkan rudal yang awalnya dikembangkan untuk ruang senjata internal pesawat pengebom tersebut. Karena itu, integrasinya pada Tu-95 menggunakan titik gantung eksternal.

Rute melintasi kawasan strategis antara Laut Barents dan Laut Norwegia

Rute tersebut melewati kawasan strategis antara Laut Barents dan Laut Norwegia, dekat wilayah utara Skandinavia dan instalasi militer utama Rusia di Semenanjung Kola.

Kawasan ini menjadi lokasi pangkalan Armada Utara dan sebagian penting kekuatan strategis Rusia. Pada saat yang sama, wilayah tersebut berada dekat Norwegia, Finlandia dan Swedia, yang semuanya merupakan anggota NATO.

Penerbangan seperti ini juga memungkinkan kedua pihak mengevaluasi prosedur peringatan, identifikasi dan pemantauan. Bagi Rusia, misi tersebut menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan operasi pesawat pengebom strategis dengan pengawalan tempur dalam jarak jauh. Bagi NATO, pertemuan tersebut memberikan kesempatan untuk mengamati pola penerbangan, komunikasi dan prosedur yang digunakan oleh pesawat Rusia.

Keberadaan Kh-101 yang terlihat juga menambahkan dimensi sinyal militer pada operasi tersebut. Namun, hal ini tidak dengan sendirinya berarti persiapan untuk melakukan serangan: tidak ada informasi publik yang menunjukkan bahwa pesawat pengebom meninggalkan wilayah udara internasional atau meluncurkan rudal selama misi.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, pesawat jarak jauhnya secara rutin melakukan misi di atas perairan internasional di Arktik, Atlantik Utara, Pasifik, Laut Baltik dan Laut Hitam. Moskow menyatakan bahwa penerbangan tersebut mematuhi aturan internasional mengenai penggunaan wilayah udara.

0 Response to "Tu-95MS Rusia terbang membawa rudal Kh-101 di dekat Norwegia dan dipantau F-35"

Posting Komentar